20 Januari 2009

Panduan Meliput Berita Kriminal



Meliput kasus kriminal dan peradilan pada intinya sama dengan jenis reportase lain. Anda harus memahami apa yang terjadi dan melaporkannya secara akurat, berimbang dan apik. Tapi ada banyak reporter pemula yang sering kesulitan, bahkan merasa terintimidasi saat meliput berita kejahatan dan pengadilan, ketimbang berita lainnya.

Alasannya sederhana. Mereka tak punya latar belakang pengetahuan tentang sistem kerja kepolisian, pengadilan dan hukum. Sebagai reporter baru, Anda harus memiliki pengetahuan tentang ketiga hal tersebut. Sebab tidak ada cara lain bagi Anda yang meliput berita polisi dan pengadilan secara bermutu tanpa pengatahuan dasar tentang hal-hal ini.

Saran praktis untuk wartawan pemula adalah merancang program belajar sendiri tentang hukum. Anda harus mengerti organisasi peradilan, fungsi, prosedur dan para personelnya dan memberi perhatian besar padanya saat meliput kasus-kasus kriminal.

Jarang-jarang wartawan pemula ditugaskan meliput berita kriminal dan pengadilan di awal masa tugas mereka. Tapi ada kemungkinan editor meminta mereka menggantikan seorang reporter senior di lapangan jika yang pertama tidak punya waktu untuk mengerjakannya.

Panduan berikut akan membantu Anda memulai meliput kasus kriminal:

• Prinsip dasar liputan kriminal dan pengadilan adalah TIDAK BOLEH menciderai peluang seorang mendapat peradilan yang FAIR dan TIDAK MEMIHAK. Kewajiban ini bersifat penuh dan mengikat.

• Laporkan kasus kriminal yang sejalan dengan kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

• Bersiteguhlah pada prinsip AKURASI. Tugas Anda hanya menyajikan fakta.

• SELALU INGAT bahwa sebelum seorang diperadilankan, Anda tidak boleh MENGATAKAN SESUATU YANG DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI BARANG BUKTI KEBERSALAHAN ATAU IDENTIFIKASI.

• KALAU SESEORANG DITANGKAP DAN DIDAKWA TAPI BELUM DIPERADILANKAN, JANGAN PERNAH MENYEBUTKAN NAMANYA ATAU MENGIDENTIFIKASIKAN DIRINYA.

• Setelah seorang diperadilankan, kita hanya boleh menuliskan NAMA, UMUR, ALAMAT dan PEKERJAAN (tolong dapatkan detil yang esensial), TUNTUTAN JAKSA dan APA YANG TERUNGKAP SELAMA PERSIDANGAN.

• Saat kita menuliskan nama dan tuntutan jaksa atas seseorang, kita WAJIB mengikuti kasus itu hingga selesai, melaporkannya bahkan hingga ke tingkat banding. Jadi, jika Anda belum menyentuh sebuah kasus, pertimbangkan DAKWAAN JAKSA, apakah berguna apa tidak kita mengikutinya hingga selesai. Ini artinya, jika sebuah kasus tidak ada hal yang menariknya, baiknya tidak menyentuhnya sama sekali karena saat Anda melaporkannya, Anda WAJIB melaporkannya hingga akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar